Dear kakanda Husni Mubarak,
Salam hangat dalam kasih Machiavelli.
Hari ini adinda menerima kabar yang tidak
menyenangkan dari tepian Sungai Nil
bahwa kakanda Mubarak telah
mengundurkan diri sebagai presiden
Mesir. Adinda merasa sangat sedih karena
kediktatoran kakanda telah menjadi
panutan bagi adinda dalam memimpin
rezim totaliter di PSSI ini. Adinda mengerti
segala tekanan yang kakanda terima
dalam beberapa bulan terakhir ini, adinda
tak menyangka kakanda yang begitu tegar
akhirnya tumbang juga.
Adinda menyayangkan keputusan kakanda
yang dirasa terlalu terburu-buru, padahal
harusnya kakanda bisa mengulur waktu
lebih lama lagi. Adinda terkenang
bagaimana kakanda Mubarak mengajari
adinda teknik memecah suara oposan
dengan mengorganisasi demonstran
bayaran. Adinda telah mempraktekkan
dengan begitu sempurna di Indonesia.
Spanduk-spanduk yang menguntungkan
status quo telah adinda gelar di sepanjang
jalanan Jakarta, persis seperti yang
kakanda ajarkan dulu.
Belum hilang dari ingatan bagaimana
kakanda menasehati adinda untuk
menghalalkan segala cara demi
melanggengkan kekuasaan. Adinda
mengimplementasikannya dengan sangat
baik di sini. Adinda telah mengatur agar
terpilih lagi dalam Kongres PSSI yang akan
digelar tak lama lagi. Semua yang memiliki
hak suara telah adinda kantungi sehingga
mereka dipastikan akan memilih adinda
kembali sebagai penguasa PSSI.
Sangat dimengerti bahwa sekarang
kakanda Mubarak sangat keki terhadap
angkatan bersenjata yang memalingkan
wajah mereka sehingga kakanda
kehilangan dukungan. Adinda pun
merasakan hal yang sama karena seorang
jenderal militer berani-beraninya
menggoyang kursi adinda pada pemilihan
nanti. Keterlaluan, seharusnya tentara
tetap tinggal di barak saja, tidak perlu
mengurus hal-hal sipil.
Sulit bagi adinda menerima kenyataan
bahwa kakanda Mubarak tak lagi berada di
puncak kekuasaan. Dulu kita saling
mengingatkan bahwa kata
” turun ”
adalah haram dan ” mundur ” adalah
sebuah tindakan tak ksatria nan pengecut.
Lupakah kakanda Mubarak akan hal
tersebut? Adinda benar-benar mencamkan
seluruh wejangan kakanda, terlebih
kalimat abadi yang tak pernah gagal itu,
”
Jikalau seluruh rakyat menghendaki,
maka saya akan mencalonkan diri lagi …” .
Indah sekali.
Sekarang masa-masa itu telah usai. Adinda
harap kakanda Mubarak bisa menjaga diri
agar tetap selamat. Jikalau kakanda
merasa tidak aman di luar sana, silakan
datang ke Jakarta. Kakanda Mubarak bisa
tinggal di apartemen Epicentrum
Kuningan, Jakarta. Adinda kenal
pemiliknya dan ia akan senang sekali
menerima kehadiran kakanda Mubarak.
Jangan berkecil hati kakanda, 30 tahun
sebagai pucuk pimpinan adalah prestasi
fenomenal. Adinda akan berusaha sekuat
tenaga menyamai prestasi itu.
Kiranya kasih karunia Machiavelli selalu
menyertai kita.
Salam,
Nurdin Halid.
Similar Threads:


LinkBack URL
About LinkBacks











